ANALISA PESAING PADA MARKETING (PEMASARAN)

Keberhasilan bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami pesaing. Output dari kemampuan tersebut, menopang manajemen dalam memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing. Demikian karena, analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya, identifikasi bisnis di dalam industri, kemudian masing-masing bisnis pun dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk identifikasi pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar.

Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing.

Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan

Coca- Cola tahu bahwa Pepsi Cola adalah pesaing utamanya, dan Sony tahu bahwa Matshushita adalah pesaing utamanya.Namun cakupan pesaing actual dan potensial perusahaan sebenarnya jauh lebih luas.Perusahaan lebih mungkin untuk dikalahkan oleh pesaingnya yang baru muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini.

Berikut contoh : Bersama – sama dengan pabrikan deterjenlain, Unilever mencemaskan riset yang sedang dilakukan atas mesincuci ultrasonik. Jika disempurnakan, mesin ini akan mencuci pakaian dalam air yang mengandung sedikit atau tanpa diterjen. Sejauh ini, mesin tersebut hanya dapat mencuci kotoran dan jenis kain tertentu. Bagi bisnis diterjen, ancaman apakah yang lebih besar daripada mesin cuci ultrasonik?.

Di pasar kita dapat membedakan empat tingkat persaingan berdasarkan tingkat substitusi produk :

1.      Persaingan merek : terjadi apabila suatu perusahaan para pesaingnya adalah perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa yang serupa pada pelanggan yang sama dengan harga yang sama. Misalnya Teh Botol Sosro dan Fres Tea.

2.      Persaingan industri : terjadi apabila suatu perusahaan menganggappara pesaingnya adalah semua perusahaan yang membuatproduk atau kelas produk yang sama. Misalnya Teh Botol Sosro industrinya tidak hanya industri teh dalam botol, tetapi semua industri minuman.Karena itu pesaingnya adalah juga Coca Cola, Aqua, dan lain-lain.

3.      Persaingan bentuk : terjadi apabila suatu perusahaan yang menganggap para pesaingnya adalah semua perusahaan yang memproduksi produk yang memberikan jasa yang sama. Misalnya persaingan antara Teh Botol Sosro dengan Susu Ultra, Yogurt, dan lain-lain.

4.      Persaingan generik : terjadi apabila suatu perusahaan menggangap para pesaingnya adalah semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan uang konsumen yang sama.

Tujuan Analisa Pesaing, antara lain :

Memahami arti perubahan karena perubahan itu perlu.

Mengetahui arti dari pesaing.

Dapat mengidentifikasikan pesaing.

Dapat menentukan sasaran yang diinginkan pesaing sehingga dapat membuat strategi untuk menghadapinya.

Dapat mengidentifikasikan strategi ynag dibuat pesaing.

Mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing.

Mampu mengidentifikasikan reaksi pesaing.

Mampu merencanakan srategi apa yagn harus dibuat untuk menghadapi pesaing.

Identifikasi pesaing

Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yan lengkap.Pambuatan peta persaingan yang dugunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-langkah yang tepat.Langkah-langkah ini perlu dilakukan agar analisisi pesaing tepat sasaran dan tidak salalh arah.Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi seluruh pesaing yang ada.Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita.Dengan demikian, memudahkan kita untuk menetapkan langkah selanjutnya.

Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Jenis produk yang ditawarkan

Kadang-kadang sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam. Tugas perusahaan adalah mengidentifikasikan secara lengkap dan benar produk apa saja yang dimilki oleh pesaing-pesaingnya. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat serta pesaing lainya yang juga berpotensi mengancam perusahaan kita sekarang dan di masa yang akan datang.

2. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing

Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan melalui segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar dan market share masing-masing pesaing. Market share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang dan di masa yang akan datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.

3. Identifikasi peluang dan ancaman

Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang ada serta ancaman yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan datang. Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru yang sebesar-besarnya.Kemungkinan ancaman atau masalah yang timbul pun harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan masalah.

4. Identifikasi keunggulan dan kelemahan

Identifikasi kelamahan dan keunggulan berarti memetakan atau mencari tahu keunggulan dan kelemahan yang dimilki pesaing.Identifikasikan kelemahan dan keunggulan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, serta promosi.

Menentukan sasaran pesaing

Sebagaimana dijelaskan diawal bahwa pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing dekat dan pesaing jauh. Pesaing dekat adalah perusahaan yang memproduksi barang yang hampir sejenis, seperti bank umum, BPR, bank syariah, atau bank asing. Pesaing jauh adalah perusahaan yang memiliki produk yang mirip. Contohnya pesaing untuk bank adalahlembaga keuangan yang kegiatanya memilki kesamaan daengan bank seperti asuransi, pos giro, pegadaian, koperasi simpan pinjam, leasing, money changer, atau dana pensiun.

Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.

Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil. Sasaran untuk memaksimalkan laba ini dapat dilakukan melalui peningkatan kepuasan konsumen dengan berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau harga yang relatif murah.

Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui apakah pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar.Biasanya, meningkatkan market share dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru yang gencar pula.Sebagai contoh perusahaan 3 atau axis yang begitu gencar dalam mempromosikan produknya dengan diimbangi keunggulan dari masing-masing produk itu sehingga cepat menarik konsumen. Peningkatan merker share juga dapat dilakukan dengan cara penurunan harga mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market share dapat pula dilakukan dengan cara mengambil market share pesaing lainya.

Peningkatan mutu produk bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing.Peningkatan mutu produk ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai kelebihan, baik pelayanan atau kelebihan lainnya.Misalnya, produk plus, bunga yang kompetitif, frekuensi penarikan, jumlah jaringan, atau teknologi yang dimiliki.

Identifikasi strategi pesaing

Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan persaingan.Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri untuk mematikan lawannya.Semakin ketat persaingan, maka semakin canggih strategi yang dijalankan.Strategi untuk mematikan atau memperlemah lawan selalu dilakukan. Siapa yang lengah, akan terkena dampakanya. Bukan tidak mungkin setiap strategi yang dijalankan memiliki kemiripan.Oleh karena itu, perusahaan harus pandai memulai dan mengakhiri.

Perusahaan harus memantau strategi pesaingnya secara kontinyu, karena pesaing yang cerdik akan merevisi strategi mereka dari waktu ke waktu. Jelaslah, bahwa perusahaan juga harus mewaspadai perubahan-perubahan yang diinginkan pelanggan dan bagaimana para pesaing merevisi strategi mereka untuk memenuhi hasrat yang diinginkan oleh para pelanggan tersebut.

Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threats)

Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita.

Kekuatan dan Kelemahan

Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu event, kita harus mencermati isu-isu dalam organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual event ke pasar dan sponsor. Yang menjadi patokan suatu event bias dijadikan kekuatan atau kelemahannya, kita perlu menggali persepsi dari si EO itu sendiri terhadap suatu event. Jika EO kita memandang event tersebut sebagai perioritas dan peluang untuk meningkatkan profil EO, maka event tersebut menjadi sebuah kekuatan. Namun jika kita memandang event tersebut sebagai pemborosan sumber daya,maka event tersebut menjadi kelemahan.

Peluang dan Ancaman

Langkah yang perlu dilakukana adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi yang mungkin mempengarhi event kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait dengan event. Segera setelah menentukan ancaman-ancaman atas event kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.

Penting sekali memusatkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah event saat kita menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan event tersebut. Pengkategorisasian suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon ancaman untuk meminimalkan efeknya.

1. Monitor

Ancaman yang kita putuskan untuk “sekedar dimonitor” adalah jenis ancaman yang tidak atau sedikit dapat di kontrol, tetapi tidak berdampak besar pada event. Kita hanya ingin tahu apa yang akan terjadi

2. Monitor dan Analisa

Ancaman yang kita putuskan untuk “di monitor dan di analisa” merupakan ancaman yang bisa sedikit dikontrol, tetapi kita perlu memastikan bagaimana ancaman tersebut dapat mempengaruhi event kita.

3. Strategi-strategi Kontingensi

Ancaman yang kita putuskan untuk “di respon dengan suatu startegi kontingensi”, adalah semua ancaman yang dapat kita kurangi pengaruhnya dengan perencanaan. Sebagai contoh jika cuaca buruk adalah ancaman bagi event di luar ruangan, kita bisa menetapkan bagaimana kita akan menanganinya, menunda event, pindah ke indoor, pawang hujan atau sedikit merubah konsep.

4. Analisa in-depth dan Strategi Pengembangan

Ancaman yang kita putuskan untuk “di respon dangan analisa in-depth dan strategi pengembangan” adalah semua ancaman yang memiliki kemungkinan paling besar untuk mempengaruhi event kita.faktor-faktor teknologi, pesaing dan legislatif adalah contoh-contoh ancaman yang mungkin memerlukan analisa dan strategi pengembangan lebih detil lagi

Setelah semua telah kita analisa dengan baik, barulah kita dapat menentukan langkah selanjutnya untuk menjalankan event yang telah direncanakan, dan alangkah baiknya apabila kita juga dapat melakukan analisa pesaing dan strategi pemasaran terhadap event tersebut.

Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka.Mengapa nasabah membeli dari mereka?Apakah karena harga?nilai? pelayanan? kenyamanan? reputasi? Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang “dirasakan” seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya.Ini karena persepsi nasabah ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.

Ada baiknya kita lakukan analisis kekuatan dan kelemahan dalam bentuk tabel. Tuliskan nama masing-masing pesaing. Kemudian susun kolom-kolom yang memuat semua kategori penting bagi bidang usaha kita (harga, nilai, pelayanan, lokasi, reputasi, keahlian, kenyamanan, personalia, pemasangan iklan/pemasaran, atau apa saja yang sesuai dengan jenis perusahaan). Begitu tabel siap, peringkatlah semua pesaing, dan cantumkan komentar mengapa peringkat tersebut diberikan.Bahkan bisa juga kita beri tanda merah untuk kekuatan dan biru untuk kelemahan, sehingga secara sekilas kita dapat mengetahui kedudukan setiap pesaing.

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan/kekuatan posisi tawar pemasok.

1). Ancaman persaingan segmen yang ketat

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif.

2). Ancaman pendatang baru

Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.

3). Ancaman produk substitusi

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial.

4). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat.

5). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

Sebuah perusahaan perlu mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan

masing-masing pesaing. Menurut perusahaan konsultan Arthur D.Little, sebuah perusahaan akan menempati satu di antara enam posisi kompetitif di dalam pasar sasaran berikut ini:

1. Dominan.

Perusahaan ini mengendalikan perilaku pesaing yang lain danmemiliki pilihan strategis yang luas.

2. Kuat

Perusahaan ini bisa mengambil tindakan mandiri tanpamembahayakan posisi jangka panjangnya dan dapat mempertahankan posisi jangka panjangnya apa pun tindakan yang dilakukan oleh pesaing.

3. Cukup baik

Perusahaan ini memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan dan peluang yang ada diatas

rata-rata untuk meningkatkan posisinya.

4. Cukup

Perusahaan ini memiliki kinerja pada tingkat yang cukupuntuk mencapai hasil memuaskan yang bisa terus mempertahankan dalam bisnis.Namu, perusahaan ini ada karena dibiarkan oleh perusahaan yang dominan dan memiliki peluang dibawah rata-rata untuk meningkatkan posisinya.

5. Lemah

Perusahaan ini memiliki kenerja yang tidak memuaskan,tetapi ada peluang untuk

memperbaiki. Perusahaan ini harus berubah atau kalau tidak keluar dari pasar.

6. Tidak berpeluang.

Perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskan dan tak ada peluang untuk memperbaiki.

Salah satu langkah yang penting sebelum memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Kita sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :

1. Berperanlah sebagai pelanggan kaya uang.

Telponlah pesaing di dekat daerah kita dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya kita adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Kita dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil dilakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales dan information package mereka pada kita, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor kita akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu kita dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan kita.Dapatkah kita menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ?Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan kita sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah kita dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah kita akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ?

2. Telponlah kompetitor di luar daerah.

Selanjutnya kita dapat menelpon perusahaan yang sejenis (atau yg sedang direncanakan) di luar daerah, dimana kita tidak dianggap sebagai saingan mereka.Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat kita memberikan pertanyaan.Sangatlah berguna bila kita dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi.Saat kita berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatannya haruslah lebih“straight-forward”.Kita dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa kita sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis. Meskipun demikian, kita perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum.Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika kita terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu.

3. Terakhir lakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor kita, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, kita juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor kita, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat kita berada di luar melakukan sales call, kita dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor kita. Kita dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi kita terhadap kompetitor.

Identifikasi reaksi pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan- terobosan baru dalam rangka mengungguli Pesaing yang ada.

Strategi menghadapi pesaing

Strategi dalam menghadapi pesaing dalam pemasaran antara lain:

1. Strategi produk

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar atribut seperti : warna, bungkus, prestise perusahaan serta pelayanan perusahan yang dibeli konsumen untuk dapat memberikan pemuas kebutuhannya.

Usaha perusahan untuk menciptakan produk yang bisa memberikan kepuasan kepada konsumen, kepuasan ini dapat diciptakan dengan berbagai strategi yang telah diputuskan perusahan sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan operasionalnya dalam jangka panjang. Usaha-usaha tersebut antara lain :

– Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan susunan product line, sehingga konsumen akan visa membedakan produk yang satu dengan lainnya. Maksudnya perusahaan akan selalu mengikuti perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perlu dikumpulkan melalui riset pasar.

– Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah bisa diatasi, maka perusahaan akan melebih mudah uin tuk menentukan harga, distribusi dan promosi.

– Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.

– Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan susunanproduct line, sehingga konsumen akan bisa membedakan produk yang satu dengan lain nya. Maksudnya perusahaan akan selalu bisa mengikuti perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perk dikumpulkan melalui riset pasar.

– Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah dapat diatasi, maka perusahaan akan lebih mudah menentukan harga, distribusi dan promosi.

– Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.

Strategi Bisnis Untuk Pemula

Bisnis laundry sepatu dan tas adalah bisnis kekinian yang sedang berkembang diluar kelaziman bisnis laundry lainnya. Bisnis ini muncul sebagai jawaban dari fenomena kekinian di masyarakat milenial. Gaya kaum milenial yang serba instan dan mapan di usia muda, energik dan style.

Kesibukan kaum pekerja milenial yang umumnya bekerja di pusat kota atau pusat industri dengan trafik yang padat sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk membersihkan barang pribadinya sendiri, seperti, baju, tas, topi dan sepatu. Tetapi mereka tetap inggin tampil gaya dan trendi dalam segala aktifitas keseharianya. Untuk memenuhi kebutuhan penampilan, mereka akan mencari pusat laundry yang dapat menfasilitasi kebutuhan mereka dalam membersihkan dan merawat barang-barang pribadi baik secara offline maupun online.

Kondisi saat ini masih banyak pusat laundry belum melengkapi layanan jasanya denga layanan jasa cuci sepatu dan laundry tas. Umumnya bisnis laundry saat ini masih melayani jasa cuci satuan dan kiloan dan masih sedikit yang memfasilitasi jasa cuci sepatu dan laundry tas, baik sebagai pelengkap bisnis laundry yang sudah eksis maupun sebagai sebuah toko mandiri.

Membangun bisnis yang sedang bertumbuh memerlukan startegi manajemen yang efektif dan efisien. Banyak pelaku bisnis mikro dan kecil dalam menjalankan bisnisnya tidak terkonsep yang berjalan apa adanya saja.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan para pebisnis pemula sebelum membuka usahanya :

  1. Tentukan barang atau jasa yang akan menjadi objek bisnis : cara mudah untuk menentukan barang atau jasa yang akan di jadikan objek bisnis adalah dengan mengamati permintaan barang atau jasa di sekeliling kita. Jika permintaannya tinggi tetapi penawaran rendah berarti bisnis ini sangat prospek untuk untuk di jalankan. Atau menciptakan barang atau jasa yang sudah tinggi permintaannya di pasar tetapi di sajikan atau di jual dengan cara yang berbeda dengan cara menbuat desain packing yang lebih kekinian atau membuat rasa yang lebih bervariasi. Jika dibidang jasa dapat memberikan fasilitas tambahan atau servis tambahan.
  2. Tentukan harga : Dalam menentukan harga yang baik bukan di tentukan oleh harga yang lebih rendah atau harga yang lebih tinggi dari harga pasar, karena harga sangat relative tergantung dari sudut padang yang berbeda beda dari setiap konsumen. Hal ini terjadi karena strata social/pendapatan yang berbeda dari setiap konsumen. Harga yang seperti ini bisa di terapkan dengan strategi segmentasi pasar. Pasar di segmentasi atau di kelompokan berdasarkan demografi atau strata social. Sehingga harga yang di tawarkan berbeda untuk setiap orang maka layanan jasa/servis untuk setiap segmenpun harus berbeda.
  3. Tentukan Tempat : Lakukan survay tempat dalam radius 2 kilometer dari lokasi yang akan dijadikan toko. Lakukan maping terhadap bisnis yang sejenis, jenis produk dan layanan jasa yang di tawarkan. Cari tempat yang sesuai dengan anggaran dan konsep toko dengan kriteria memiliki trafik yang sedang sd padat pada jam berangkat dan pulang kantor. Cari penanda tempat keramaian yang mendatangkan trafik secara alamiah seperti dekat supermarket, bank atau pasar.
  4. Promosi : Pada tahap awal pembukaan toko buat materi promosi yang yang mendatangkan trafik yang sebanyak-banyak ke toko dengan cara memberikan kampaye diskon yang besar tujuanya agar semua pengunjung dapat merasakan produk atau layanan jasa yang berbeda dari competitor. Pada periode kedua buat kampanye promosi yang sifatnya mengikat konsumen agar loyal dan tidak berpaling ke kompetitor dengan cara buat paket bundling, membercard, program customer care yang lebih individual seperti HUT atau kejutan hari-hari special. Pada periode pematangan buat inovasi produk atau layanan jassa yang berbeda dari yang biasanya yang memiliki ciri khusus dan tidak mudah di duplikasi oleh orang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diterapkan, untuk sharing bisnis silakan WA 081317917324

SEBERAPA BESAR PELUANG BISNIS SEPATU DAN TAS……?????

Tingginya mobilisasi masyarakat yang bekerja antar kota dan semakin pesatnya pertumbuhan perumahaan di perifer ibu kota memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis mikro dan usaha kecil. Menurut definisi usaha mikro dan kecil adalah usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha perorangan dengan kriteria asset dan omset  sesuai dengan UU no 20 tahun 2008. Usaha mikro memiliki kriteria asset maksimal 50 juta dan kriteria omset maksimal 300 juta. Sedangkan usaha kecil memiliki kriteria asset sekitar 50 juta sampai 300 juta. Sedangkan kriteria omset sekitar 300 juta sampai 2,5 milyar.

Usaha laundry termasuk dalam usaha mikro dan kecil dengan melibatkan tenaga kerja 3 samapi 6 orang. Bisnis laundry merupakan bisnis jasa cuci yang memiliki banyak varian seperti cuci satuan, cuci kiloan, cuci sepatu, cuci karpet, cuci tas dan cuci helm. Bisnis laundry merupakan bisnis yang mudah di duplikasi dan memiliki peluang pasar yang besar. Arus mobilitas pekerja dari satu kota ke kota lainya memberikan peluang pasar bisnis laundry yang besar. Para pekerja yang berangkat pagi dan pulang malam hari karena trafik yang padat membuat kaum pekerja tidak ada waktu lagi untuk mencuci pakain atau barang yang di pakai sehari hari. Kehidupan kota yang serba instan mendorong kaum pekerja untuk memilih jasa yang memudahan aktifitas pekerjaan mereka, salah satu diantaranya jasa  laundry.

Menurut “Phillip Kotler” Jasa adalah aktifitas ekonomi yang memiliki sejumlah elemen (nilai dan manfaat) intangible (tidak berwujud) yang berkaitan denganya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen, atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak memiliki transfer kepemilikan. Perubahan dalam kondisi bias saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa saja tidak memiliki kaitan dengan produk fisik.

Bisnis jasa merupakan bisnis yang memberikan profit yang tinggi dengan modal kecil tetapi harus memiliki skill yang baik. Seseoarang yang memiliki skill yang terstandar dapat menawarkan jasa kepada orang lain yang membutuhkan. Contoh bisnis jasa antara lain montir, teknisi, tukang cukur, laundry sepatu.

Laundry sepatu/tas adalah fenomena baru di dunia bisnis jasa saat ini. Bisnis ini menjadi bisnis star up kekinian untuk menjawab kebutuhan kaum milenial yang inggin selalu tampil energik dan penuh percaya diri saat memakai sepatu dalam aktifitas kesehariannya.

Bisnis laundry sepatu/tas memiliki peluang pasar yang sangat besar dengan tingkat kompetisi yang masih rendah. Trand saat ini kaum melinial dan kaum pekerja muda senang mengunakan sepatu sneakers pada saat akan berangkat ke kantor atau aktifitas sehari-hari. Mereka umumnya inggin tampil lebih energetic dan style.

Dinamika kehidupan kaum milenial dan kaum pekerja muda yang umumnya memiliki aktifitas yang sangat padat dan memiliki finansil yang cukup, membuat mereka tidak ada kesempatan untuk mencuci barang primadinya sendiri seperti baju, tas dan sepatu. Umumnya mereka akan mencari jasa laundry yang dapat memenuhi kebutuhan dalam membersihkan baju, tas dan sepatu. Kondisi ini memberikan peluang bisnis yang besar untuk pelaku bisnis atau yang baru akan merintis.

Bisnis laundry umumnya hanya melayani jasa laundry kiloan, satuan, karpet. Layanan bisnis ini memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat, margin yang tipis dan modal yang tidak sedikit.  Jika diperhatian lebih detail lagi masih ada peluang bisnis laundry yang memiliki demand yang sangat besar yang belum tersuplai oleh jasa laundry pada umumnya, yaitu laundry sepatu dan tas.

Bisnis laundry sepatu dan tas merupakan masuk dalam bisnis star up. Bisnis yang baru muncul di masyarakat yang memiliki demand yang besar, tingkat persaingan rendah dan modal yang minimalis. Bisnis seperti ini bisa sebagai pelengkap atau bisnis yang berdiri sendiri. Sebagai bisnis pelengkap laundry sepatu&tas dapat di jadikan layanan tambahan untuk toko laundry yang sudah eksis. Tetapi laundry sepatu&tas dapat berdiri sendiri sebagai sebuah toko khusus laundry sepatu&tas.

Pada akhir tulisan ini, saya mengajak kepada para pebisnis  untuk menambah layanan laundrynya dengan layanan laundry sepatu dan tas. Khusus yang baru akan memulai bisnis, bisnis laundry sepatu merupakan peluang bisnis yang memiliki demand yang besar, kompetisi rendah dan modal minimalis. Karena di era digitalisasi saat ini bisnis laundry sepatu bisa di laksanakan secara online.

Untuk sharing bisnis, silakan WA 0813 1791 7324.

History is riddled with countless records buy college research papers online of the human race fiddling with all manner of devices in do my homework for money attempts to gather intelligence covertly.

Kenapa harus jadi pengusaha, ini alasannya ????

Setiap orang menginginkan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penghasilan tersebut dapat diperoleh melalui dua cara. Pertama adalah dengan bekerja menjadi karyawan, kedua dengan berbisnis. Keduanya adalah baik dan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. Ini hanya soal pilihan dan kenyamanan hidup. Tidak semuanya cocok untuk menjadi pengusaha dan tidak semuanya cocok menjadi karyawan.

Jika anda masih merasa pengusaha lebih baik dari pada karyawan atau sebaliknya, berarti anda belum memahami hakikat dari keduanya. Menjadi pengusaha atau menjadi karyawan sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Mari kita bahas apa kelebihan dan kekurangan dari keduanya, agar anda lebih mantap memilih jalan hidup.

Pengusaha

Menjadi pengusaha memiliki banyak kelebihan diataranya:

  1. Memiliki hak penuh untuk mengatur dirinya sendiri. 

Ada orang yang sering menggunakan ungkapan “lebih baik menjadi kepala cicak dari pada menjadi ekor buaya”. Menjadi kepala cicak artinya memiliki kuasa penuh untuk melakukan apapun, meskipun usahanya kecil sekelas pedagang kaki lima tapi anda menjadi kepalanya. Tidak ada atasan yang mengatur, menegur atau memarahi.

  1. Memiliki hak penuh untuk mengatur waktunya.

Pengusaha dapat mengatur sendiri berapa jam ia bekerja dalam sehari. Jika ingin lebih cepat sukses ia dapat menggunakan 24 jam waktunya untuk bekerja. Maksudnya seluruh aktivitasnya dalam sehari selalu berhubungan dengan usahanya. Contoh: mainnya dalam rangka mencari partner, obrolannya dalam rangka menggali ide, diamnya dalam rangka merenungi idenya, bahkan makannya adalah dalam rangka mencicipi kuliner yang potensial, dst. Maka sukses tinggal menunggu waktu.

  1. Memiliki waktu lebih banyak.

Bagi pengusaha yang sudah sukses mereka dapat bekerja efektif. Menggunakan waktu yang se- sedikit mungkin dengan hasil yang wahh.

  1. Mendapat keuntungan penuh.

Tidak ada istilah potong gaji. Jika sedang untung besar ia bebas memilih apakah dinikmati sekarang atau dikelola lagi untuk usaha yang lebih besar.

Disamping kelebihan tentunya menjadi pengusaha juga memiliki kesukaran, diantaranya:

  1. Resiko ditanggung sendiri.

Bila terjadi kesalahan dalam mengelola bisnisnya, ia akan menanggung sendiri konsekuensinya. Maka sering kali pengusaha terus dihantui oleh keputusannya sendiri.

  1. Gaji tidak tetap.

Pengusaha tidak selalu untung, saat sedang merugi, dia harus berhemat menekan pengeluarannya.

  1. Harus merasakan jatuh bangun.

Dr. Dahlan Iskan (CEO Koran Jawa Pos dan Jawa Pos Group) mengatakan “Habiskan gagalmu di waktu muda!”. Nasihat ini mengisyaratkan bahwa setiap pengusaha punya jatah gagal yang harus dilalui. Mau tidak mau harus pernah gagal. Maka segeralah habiskan kegagalan anda untuk segera menikmati pelajarannya.

  1. Melakukan segala hal sendiri.

Di awal bisnis anda akan menjadi pemimpin sekaligus merangkap sebagai komponen-komponen perusahaan, seperti administrator, supervisor, teknisi maupun pemasar. Semuanya anda lakukan sendiri.

Karyawan

Menjadi karyawan memiliki kelebihan, diantaranya:

  1. Memiliki gaji tetap.

Seorang karyawan tidak perlu pusing memikirkan kebutuhan sehari-hari, karena setiap bulan uang pasti datang dengan jumlah yang pasti, selama perusahaan tidak bangkrut.

  1. Hanya memerlukan ketrampilan, tidak membutuhkan kreatifitas.

Seorang karyawan biasanya melakukan pekerjaan tetap yang diulang-ulang setiap harinya. Sehingga dia akan semakin terampil melakukannya.

  1. Mendapatkan asuransi.

Karyawan perusahaan besar cenderung memberikan berbagai fasilitas asuransi untuk karyawannya, seperti asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan kerja.

  1. Waktu teratur.

Seorang karyawan pasti masuk dalam sistem waktu yang tetap di perusahaan. Jelas berapa jam kerjanya, berapa jam istirahatnya, dan berapa jam waktu bebasnya.

  1. Skill terasah.

Jika bekerja di bagian tertentu sebuah perusahaan besar, misalnya bagian marketing, maka anda akan memiliki skill yang mahir dalam memasarkan sesuatu.

Selain memiliki kelebihan ternyata menjadi karyawan juga memiliki kekurangan, diantaranya:

  1. Sangat terikat.

Seorang karyawan seperti tidak memiliki kebebasan. Selalu diatur oleh sistem. Dalam sepekan hanya memiliki 1 hari bebas, dst.

  1. Persaingan sangat ketat.

Diantara sesama karyawan sering kali saling menjatuhkan untuk mendapat posisi yang lebih baik. Bagi yang tidak kuat menahan diri biasanya mereka akan konflik dengan pesaingnya maupun atasannya.

  1. Bertanggung jawab kepada atasan.

Lain hal nya dengan pengusaha, seorang karyawan akan selalu dimintai pertanggungjawaban oleh atasan. Jika melakukan kesalahan maka akan segera diberi sangsi oleh atasan.

  1. Lama bertumbuh.

Bagi seorang karyawan sangat sulit untuk merubah taraf hidup. Untuk mendapatkan posisi yang lebih strategis di perusahaan besar memerlukan waktu yang relatif lama.

  1. Wawasan sempit.

Pekerjaan yang monoton cenderung membuat anda malas meng-upgrade kapasitas diri. Anda akan cenderung puas dengan zona nyaman, dan akhirnya hanya memiliki skill yang terbatas.

  1. Ada resiko potong gaji dan PHK.

Ancaman bagi seorang karyawan adalah potong gaji dan PHK. Kesimpulannya, menjadi pengusaha atau karyawan semuanya baik asal memiliki integritas yang jelas. Anda bisa kaya dengan cara menjadi pengusaha sukses atau dengan cara menjadi karyawan teladan. Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan menjadi pengusaha atau karyawan. Semoga dapat menambah keyakinan anda dalam memilih karir hidup

Road in tennessee college homework helper paper writing service mount healthy, indiana.

Strategi Keunggulan Bersaing

Keunggulan bersaing menurut Porter (1986) adalah kemampuan suatu perusahaan untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. Studi yang dilakukan Porter selanjutnya menetapkan strategi generik yang diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu cost leadership, diferensiasi, dan focus. Pilihan tiap-tiap perusahaan terhadap strategi generik di atas
akan bergantung kepada analisis lingkungan usaha untuk menentukan peluang dan ancaman.
Menurut Tjiptono (2001), strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan yang menerapkan strategi produk diferensiasi agar senantiasa memiliki keunggulan bersaing di pasar dapat dilakukan dengan melakukan pilihan terhadap strategi berikut ini.
a. Diferensiasi Produk
Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik, sejuk, aman, nyaman, menyenangkan, karyawan yang ramah, terampil, berwawasan, dan mampu mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing lainnya.
b. Diferensiasi Kualitas Pelayanan
Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur marketing mix : product, place, price,
promotion, people, packaging, programming patnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh
konsumen melebihi harapan.
c. Diferensiasi Citra
Citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik, yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan, yang menciptakan citra sebuah merek. Proses pencitraan harus membangun, memaksimalkan, memanfaatkan, dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merek itu memiliki prospek yang baik secara terus- menerus (Zyman, S, 2000 : 95).
Pendekatan Diferensiasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing
Pemilihan produk di antara banyaknya tawaran yang ada di pasar selalu didasarkan pada adanya perbedaan, baik secara implicit maupun eksplisit. Literatur Psikologi merujuk kepada fakta bahwa perbedaan mencolok yang terkait dengan suatu produk akan merangsang daya ingat karena
perbedaan tersebut akan diapresiasikan secara intelektual (Trout, J, 1999 : 14). Perusahaan jasa perlu melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Preemptive
di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu. Karena merupakan yang pertama, maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah, atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya (Macmillan dalam Aaker, 1992) dalam Tjiptono (2001 : 145–146).

Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbolsimbol dan merek yang digunakan. Selain itu, perusahaan dapat melakukan diferensiasi produk dalam penyampaian jasa (service delivery) melalui tiga aspek yang juga dikenal sebagai 3P dalam
pemasaran jasa, yaitu:
1. orang (people)
2 lingkungan fisik (physical environment)
3. proses (process)
Keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk enciptakan suatu produk yang pada saat pesaing berusaha untuk menirunya akan selalu mengalami kegagalan secara signifikan. Pada saat perusahaan menerapkan strategi tersebut dan perusahaan pesaing tidak secara berkesinambungan menerapkannya serta perusahaan lain tidak mampu meniru keunggulan strategi tersebut maka perusahaan tersebut dikatakan memiliki keunggulan bersaing yang berkesinambungan (Hit, Ireland dan Hoskisson, 1996 : 5). Di samping factor keunikan produk, perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing juga menerapkan strategi marketing mix yang
meliputi harga yang mampu bersaing, tempat atau lokasi strategis, dan promosi yang memadai.
Simpulan yang dapat ditarik dari konsep keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan di
atas rata-rata yang mampu diraih oleh industri melalui kombinasi manusia, lingkungan, dan proses.

Pendekatan Diferensiasi Kualitas Pelayanan terhadap Keunggulan Bersaing
Menurut Tjiptono (2001), cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat dicapai dengan memenuhi atau
bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expexted service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived >expexted), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi.

Pendekatan Diferensiasi Citra terhadap Keunggulan BersaingPara pemasar yang tidak menciptakan hubungan antara penciptaan citra dan penjualan produk sering kali tidak melakukan pekerjaan yang baik. Menurut Sergio Zyman (2000), banyak perusahaan
yang sukses dalam menjual produk karena produk mereka memiliki citra jelas yang menentukan posisi mereka di titik yang secara potensial menarik dalam pilihan konsumen yang begitu banyak.Menurut Trout, J. (2000), kebanyakan perusahaan yang sukses adalah mereka-mereka yang “memiliki kata” yang menempati tempat spesial dalam benak konsumen. Berbagai konsep yang berkembang saat ini menyiratkan bahwa pentingnya citra sebagai sarana atau alat untuk meraih keunggulan bersaing di pasar. Begitu perusahaan telah secara jelas mendefinisikan citranya kepada pelanggan, maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan citra tersebut agar elemen ini menjadi sumber keunggulan
bersaing yang Anda miliki dalam jangka panjang (Robert Grede, 2002 : 81). Melalui investasi pada proses pencitraan yang dilakukan secara terus-menerus, perusahaan akan menikmati tingkat pengembalian pasar dalam konsep pemasaran, yang lebih tinggi daripada yang dapat diraih oleh pesaing dalam industri yang sama.

Organ, best resume writing service website new mexico trussville, alabama and..